MerdekaPlus.com – Perkembangan terbaru muncul dalam kasus kematian Drs. Bismi Syama’un, tokoh dakwah Aceh yang dikenal sebagai Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh sekaligus Ketua Yayasan Ar-Rabwah An-Najiyah.
Pria berusia 62 tahun tersebut meninggal dunia pada 23 Agustus 2025 di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh akibat kecelakaan tabrak lari yang terjadi di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Setelah lebih dari sebulan tanpa kepastian, kepolisian akhirnya menyampaikan perkembangan penting.
Pada 26 September 2025, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh secara resmi mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pihak keluarga korban.
Dalam surat tersebut disampaikan bahwa pelaku tabrak lari telah berhasil ditangkap, dan selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk memastikan kronologi kejadian.
Pelaku yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut diketahui bernama Irhamni (39 tahun), pria kelahiran Kambuek, warga Meunasah Ara, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam pertemuan dengan pihak keluarga dan kuasa hukum, Roilaijah, S.H., M.H., selaku Legal Counsel dari Intellectual Law Officer, pelaku tampak tertunduk lesu dan mengaku tidak menyangka akan mendekam di balik jeruji besi, terlebih karena istrinya baru saja melahirkan.
Menurut pengakuannya, setelah kejadian tabrak lari tersebut, ia langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi meninggalkan korban yang tergeletak bersimbah darah.
Kepala Satuan Lalu Lintas, IPDA Ardi Kurniawan Damanik, S.H., menyatakan bahwa pihaknya sempat mengalami kesulitan melacak keberadaan pelaku karena berpindah-pindah lokasi.
Meski penangkapan pelaku memberikan titik terang, pihak keluarga almarhum menyampaikan adanya sejumlah kejanggalan yang menimbulkan dugaan bahwa kematian Bismi Syama’un tidak semata-mata disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.
“Luka di bagian kepala almarhum diduga akibat pukulan keras di sisi kiri, bukan benturan akibat kecelakaan. Selain itu, helm korban tidak menunjukkan bekas benturan, dan kondisi sepeda motor masih mulus tanpa kerusakan berarti,” ujar Roilaijah, S.H., M.H.
