Menteri Ekraf Apresiasi Film La Tahzan: Optimistis Perfilman Indonesia Mampu Bersaing Global

Feby Ferdian
3 Min Read

MerdekaPlus, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menyebut kualitas film Indonesia kini semakin kompetitif dan mampu menembus pasar global.

Hal tersebut diungkapkan kala hadir dalam gala premier La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka yang digelar di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025).

“Saya sangat mengapresiasi karya MD Entertainment karena konsisten dalam memperjuangkan dan mengangkat film Indonesia. Mereka tidak hanya memikirkan filmnya saja, tetapi juga seluruh ekosistemnya, mulai dari pembiayaan terhadap para pelaku film hingga membawa nama Indonesia ke panggung perfilman internasional,” ujarnya.

Teuku Riefky menambahkan, perkembangan industri film nasional saat ini menunjukkan tren positif. Produksi-produk lokal semakin mendominasi layar bioskop, menandakan kepercayaan diri para sineas Tanah Air untuk bersaing baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

“Kualitas film Indonesia semakin baik, dan yang terpenting adalah apresiasi publik yang terus meningkat. Namun, kita semua juga memahami bahwa tantangan masih ada, khususnya dalam distribusi karya anak bangsa. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Selain mengembangkan pasar di dalam negeri, saya mendorong MD Entertainment untuk menjadi contoh keberanian menembus pasar regional bahkan internasional,” tambah Teuku Riefky.

Film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka, yang diangkat dari kisah nyata, disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi Marshanda, Deva Mahenra, serta Ariel Tatum. Film ini menghadirkan karakter-karakter dengan konflik emosional mendalam dan perjalanan penebusan diri yang kuat.

Karya ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop nasional mulai 14 Agustus 2025, dan digadang-gadang menjadi salah satu film yang akan memicu diskusi publik berkat pesan moralnya yang mendalam.

Dalam gala premiere tersebut, CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Menteri Ekraf.

“Kunjungan Bapak Menteri memberikan motivasi besar bahwa dukungan pemerintah terhadap film Indonesia nyata adanya. Tantangan yang kami hadapi tidak kecil, namun kami selalu berupaya berinovasi dan berkreasi agar bisa memberikan harapan baru bagi perfilman nasional. Mari bersama-sama membawa pesan positif, mempromosikan film Indonesia, dan bekerja lebih giat lagi,” jelas Manoj.

Ia menambahkan, dukungan dari publik dan pemerintah menjadi kunci memperkuat industri film nasional.

“Kalau kita terus didukung, hasilnya akan jauh lebih baik. Semakin besar dukungan, semakin besar pula peluang kita untuk memajukan film nasional. Saya berharap kita bisa menonton bersama, mengajak lebih banyak penonton, dan membuat film Indonesia kembali menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan mengalahkan dominasi film asing,” tutupnya.

Dengan kualitas produksi yang terus meningkat dan apresiasi publik yang kian tinggi, La Tahzan menjadi bukti nyata bahwa perfilman Indonesia tengah berada di jalur yang tepat untuk bersaing secara global.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *