Merdeka Plus, Jakarta – Di tahun-tahun yang sunyi setelah 2006, banyak hal berubah.
Kita bertumbuh; ganti gaya rambut; hapus blog yang penuh puisi patah hati, dan pura-pura jadi “biasa aja”. Tapi satu hal tak pernah benar-benar hilang: nada itu. Lirik itu. Parade itu.
Dan sekarang, hampir dua dekade setelah album The Black Parade yang mengubah segalanya dirilis, My Chemical Romance akan kembali ke Jakarta. Mereka akan tampil di Hammersonic Festival pada 3 Mei 2026 mendatang. Terbayang sudah segila apa perasaan yang akan meledak di dada ribuan orang saat lagu Welcome to the Black Parade mulai dimainkan.
Hammersonic sendiri dikenal sebagai rumah bagi distorsi dan amarah. Biasanya metalcore, death, atau punk hardcore yang mengisi panggung. Tapi tahun depan, untuk pertama kalinya, atmosfernya akan berubah menjadi kelam, teatrikal, dan cenderung personal.
Pasalnya, headliner-nya bukan sekedar band, tapi kenangan kolektif yang mewujud. Ini adalah lagu-lagu dari masa ketika dunia terasa terlalu besar dan perasaan terlalu berat, dan satu-satunya pelarian hanyalah vokal Gerard Way dan lirik yang terasa seperti dibisikkan langsung ke hati yang luka.
Mengenal ulang My Chemical Romance
My Chemical Romance dibentuk di New Jersey pada tahun 2001. Di tengah tragedi dan kekacauan pasca 9/11, Gerard Way melihat kota terbakar dan berpikir, “Harus ada sesuatu yang lebih dari ini.”
Dia kemudian membentuk band, dan dari situlah semuanya dimulai.
Album pertama mereka, I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love (2002), adalah suara dari basement gelap: kasar, liar, tapi penuh gairah.
Magnet hitam itu kemudian disusul Three Cheers for Sweet Revenge (2004) yang perlahan membuka gerbang kesuksesan mereka. Hal itu mulai disadari semua penikmat musik ketika Helena menjadi ratapan kolektif, I’m Not Okay menjadi anthem, dan The Ghost of You masuk ke list wajib bathroom karaoke.
Tapi, semua itu belum selesai. Puncaknya justru datang di tahun 2006, ketika The Black Parade dirilis.
Bocoran buat yang belum pernah mendengarnya, itu bukan sekadar album, tapi pengalaman teatrikal.
Dibuka dengan narasi kematian dan perjalanan menuju akhirat, lagu-lagu dalam album ini membawa para pendengarnya dalam perjalanan yang begitu personal dan metaforis.
Tak ada yang bisa mengealk bahwa Cancer, Famous Last Words, dan tentu saja Welcome to the Black Parade, adalah bagian dari sejarah musik yang membentuk generasi.
Setelah itu, rilis Danger Days: The True Lives of the Fabulous Killjoys (2010), dengan warna yang lebih cerah dan gaya cyberpunk post-apokaliptik.
Album ini mencoba menjejalkan warna baru dari musik My Chemical Romance ke telinga para penggemarnya, sebelum akhirnya diam dalam keheningan dan perpisahan.
Ya! Sejarah mencatatnya. My Chemical Romance bubar di 2013, dan para pengikutnya merasa seperti kehilangan satu-satunya tempat pulang.
Tabuhan drum itu berbunyi kembali
Memasuki 2019, mereka kembali.
Tak ada album baru, hanya konser. Tapi cukup. Karena ternyata, luka lama masih bisa dibuka, dan ribuan orang masih mau menyanyikannya.
Itu kenapa, setelah rangkaian konser selama 6 tahun di berbagai negara.Kehadiran mereka di Tanah Air bukan hanya soal “mengisi jadwal festival.”
Tapi ini adalah penebusan.
Untuk semua yang pernah duduk di pojok kelas dengan hoodie hitam.
Untuk semua yang pernah menulis lirik MCR di sampul binder sekolah.
Untuk semua yang pernah merasa “tidak baik-baik saja”, dan mendengarkan lagu-lagu itu sebagai satu-satunya pelipur lara.
Di bawah langit Jakarta, dengan cahaya panggung dan kabut buatan, dengan suara gitar Ray Toro yang memotong malam dan dentuman drum yang membangunkan jiwa-jiwa lama, The Black Parade akan berjalan lagi.
Dan kali ini, kita semua akan ikut di barisan terdepan.
Catatan:
- Tiket konser mulai dijual 9 Juli 2025 pukul 13.00 WIB di hammersonic.com
- Festival berlangsung selama dua hari—2 hingga 3 Mei 2026.
- My Chemical Romance akan tampil di hari terakhir.
Referensi:
- Hammersonic.com
- Kapanlagi.com
- Wikipedia – My Chemical Romance
- Pitchfork
- Britannica
