MerdekaPlus.com – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-VII Periode II Tahun 2025, Kamis (16/10/2025), yang meluluskan 359 wisudawan dari program sarjana dan pascasarjana berbagai jurusan.
Suasana penuh sukacita menyelimuti gedung acara yang dipadati wisudawan, orang tua, pimpinan, civitas akademika, dan tamu undangan. Momentum akademik ini juga diwarnai orasi ilmiah dari Dr. Iswanto, M.Hum., Wakil Dekan Fakultas Seni Keagamaan Kristen IAKN Kupang, berjudul “Kajian Semiotik: Teks Reference-Attribute, Authentifikasi dalam Komunitas Kristen.”
Melalui orasinya, Dr. Iswanto menegaskan pentingnya memahami makna simbol dan tanda dalam kehidupan iman komunitas Kristen. Sebagai bagian dari prosesi, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., secara simbolis menyerahkan para wisudawan kepada Pengurus Alumni IAKN Kupang yang diwakili Dr. Simon Kase, M.Pd.K.
Tindakan itu menandai awal perjalanan para lulusan sebagai anggota keluarga besar alumni IAKN Kupang, yang siap berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Suster Margaretha Ane, S.Pd., dari Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, mewakili para wisudawan menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang proses studi. “Kasih dan anugerah Tuhan yang memampukan kami untuk sampai di titik ini,” ujarnya penuh haru.
Margaretha menuturkan, selama menempuh pendidikan di IAKN Kupang, para mahasiswa dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, jujur, dan tangguh. “Kami belajar menghargai perbedaan, menolong sesama, dan bertumbuh bersama dalam kasih,” katanya.
Hadir memberikan sambutan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh wisudawan, orang tua, dan civitas akademika IAKN Kupang. “Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT, saya menyampaikan selamat atas pencapaian luar biasa ini,” ujarnya.
Gubernur menyoroti berbagai tantangan generasi muda NTT, termasuk penurunan literasi dan numerasi, serta lemahnya manajemen waktu belajar.
Ia mengajak keluarga untuk menjadi garda terdepan dalam pendidikan anak melalui penerapan “jam belajar keluarga” pukul 17.30–19.00 WITA. “Peran keluarga harus dikembalikan sebagai pusat pembentukan karakter dan nilai moral,” tegasnya.
Ia juga menyinggung masalah sosial seperti meningkatnya kasus HIV/AIDS di NTT, dan mengajak IAKN Kupang untuk turut berperan aktif dalam edukasi serta pendampingan masyarakat.
“Saudara-saudara wisudawan akan memasuki kampus kehidupan yang sesungguhnya. Jadilah pemimpin muda yang cerdas, beriman, dan peduli sosial,” pesan Gubernur. Ia menambahkan, “Bangunlah NTT dengan iman, ilmu, dan kasih.”
