Menkes Tinjau Imunisasi Campak di Sumenep, Pastikan Penanganan KLB Optimal

Feby Ferdian
3 Min Read

Merdeka Plus – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (28/8/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak berjalan maksimal melalui pelaksanaan imunisasi massal.

Hingga Agustus 2025, tercatat 2.321 kasus campak di Sumenep dengan 20 anak meninggal dunia. Menkes menegaskan imunisasi adalah langkah utama untuk mencegah meluasnya wabah.

“Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan melalui imunisasi yang tepat. Ini bukan hanya pencegahan, tapi juga penyelamatan nyawa,” ujar Menkes Budi di sela kunjungan ke TK Islam Integral Qurrota A’yun, Kecamatan Kota Sumenep.

Dalam kesempatan itu, Menkes meninjau langsung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI), berdialog dengan tenaga kesehatan, serta menemui orang tua murid. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh informasi keliru terkait vaksinasi.

“Imunisasi terbukti aman dan efektif. Jangan sampai anak-anak kehilangan perlindungan hanya karena hoaks,” tegasnya.

Tren Kasus Nasional Meningkat

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine, mengungkapkan cakupan imunisasi rutin lengkap nasional menurun dari 92% (2018) menjadi 87,8% (2023). Penurunan ini berdampak langsung pada meningkatnya kasus campak.

  • Tahun 2022: 4.800 kasus terkonfirmasi, 64 KLB
  • Tahun 2023: 10.600 kasus, 95 KLB
  • Tahun 2024: 3.500 kasus, 53 KLB
  • Tahun 2025 (hingga Agustus): 3.400 kasus, 46 KLB

“Target cakupan minimal 95% belum tercapai, terutama untuk imunisasi MR dosis kedua (MR2) yang baru 82,3%. Inilah mengapa rantai penularan masih terus terjadi,” jelas dr. Prima.

Komite Ahli Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi, Prof. Anggraini Alam, menegaskan campak berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Bahkan dalam kasus tertentu, dapat berkembang menjadi SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis), penyakit saraf fatal tanpa obat.

Dukungan Daerah

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung imunisasi massal.

“Vaksin campak diberikan gratis di puskesmas, posyandu, hingga sekolah-sekolah. Kami butuh gotong royong semua pihak agar target tercapai,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemkab Sumenep, sejak dimulainya ORI pada 25 Agustus hingga 27 Agustus 2025, sebanyak 16.242 anak telah menerima vaksin. Program ini akan berlangsung hingga akhir September.

Kemenkes mengimbau orang tua segera memeriksakan status imunisasi anak di fasilitas kesehatan terdekat.

Jika terdapat gejala campak—demam, batuk, pilek, bercak merah, dan mata merah—anak harus segera dibawa ke tenaga medis untuk mendapatkan pengobatan serta vitamin A.

Masyarakat juga diminta mendukung pencegahan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk penggunaan masker ketika berinteraksi dengan penderita.

“Kalau kita bisa menjaga cakupan imunisasi di atas 95 persen, rantai penularan bisa diputus. Itu harus jadi komitmen bersama,” pungkas dr. Prima.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *