Kompol Seala Syah Alam Raih Gelar Doktor Cum Laude, Soroti Transformasi Polri di Era Digital

Kompol Seala Syah Alam menunjukkan bahwa kepemimpinan modern adalah tentang belajar tanpa henti, merangkul masyarakat, dan berani beradaptasi dengan zaman.

Feby Ferdian
3 Min Read

Merdeka Plus – Di tengah derasnya arus digitalisasi, sosok Kompol Seala Syah Alam hadir sebagai representasi pemimpin masa depan: cerdas, adaptif, dan berpihak pada masyarakat.

Kapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan ini resmi meraih gelar Doktor dengan predikat Cum Laude dari Universitas Indonesia (UI), sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan institusi, tetapi juga memberi inspirasi luas.

Sidang terbuka promosi doktor Kompol Seala digelar di Balai Sidang UI, Depok, pada Senin, 5 Januari 2026. Ia menyelesaikan Program Doktoral Kajian Stratejik dan Global dengan disertasi bertajuk “Isomorfisme Kelembagaan terhadap Peran Pemolisian Komunitas di Era Digital: Perbandingan Teoretis dan Empiris Negara Indonesia, New Zealand, dan Jepang.

Sebuah topik yang bukan hanya akademis, tetapi sangat relevan dengan tantangan dunia modern.

Dalam pemaparannya, Kompol Seala menegaskan bahwa konsep pemolisian komunitas bukan sekadar pendekatan, melainkan kunci membangun kepercayaan publik di era digital.

“Polri tidak berdiri di luar masyarakat, tetapi merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, kehadiran Polri harus kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ungkapnya.

Baginya, keamanan bukan lagi soal otoritas semata, melainkan hasil kerja bersama: antara aparat, warga, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan inilah yang menjadi napas utama penelitiannya, bagaimana institusi kepolisian dapat bertransformasi, memanfaatkan teknologi, dan tetap humanis di tengah perubahan global.

Kompol Seala juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, tantangan keamanan masa kini menuntut inovasi yang berkelanjutan, bukan hanya dari internal kepolisian, tetapi juga dari partisipasi aktif masyarakat.

“Pemolisian komunitas adalah kunci membangun keamanan berkelanjutan berbasis kepercayaan dan partisipasi publik.”

Pesan ini terasa sangat relevan di era digital, ketika interaksi sosial, informasi, dan bahkan potensi konflik berpindah ke ruang-ruang virtual.

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., dengan promotor Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto.

Ia juga didampingi ko-promotor Prof. Dr. Drs. Arthur Josias Simon Runturambi, M.Si., dan Dr. Chairul Muriman Setyabudi, M.P.

Deretan dewan penguji pun diisi nama-nama besar dari kalangan akademisi dan praktisi, menegaskan kualitas riset yang dipresentasikan.

Hasilnya, Kompol Seala dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude, sebuah pencapaian yang tidak datang dengan mudah.

Keberhasilan ini bukan hanya tentang titel akademik, melainkan tentang komitmen terhadap perubahan.

Gelar doktor yang diraih Kompol Seala diharapkan mampu memperkuat kontribusi Polri dalam merumuskan kebijakan pemolisian komunitas berbasis riset, kebijakan yang lebih humanis, inklusif, dan selaras dengan perkembangan teknologi.

Di balik seragam dan jabatan, Kompol Seala Syah Alam menunjukkan bahwa kepemimpinan modern adalah tentang belajar tanpa henti, merangkul masyarakat, dan berani beradaptasi dengan zaman.

Sebuah inspirasi bahwa kecerdasan, integritas, dan empati bisa berjalan beriringan, dan bahwa masa depan keamanan dimulai dari kepercayaan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *