Presiden Prabowo siap Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Indonesia Siapkan Pasukan Perdamaian

Feby Ferdian
2 Min Read

Merdeka Plus – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Mesir pada Minggu malam, 12 Oktober 2025, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian Gaza. Undangan KTT ini datang mendadak, namun Prabowo bersedia hadir guna melanjutkan perundingan dan menjaga hubungan diplomatik dengan negara sahabat.

“Bapak Presiden menerima undangan khusus untuk menghadiri KTT di Mesir. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung perdamaian di Palestina, terutama di Gaza,” ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, usai rapat dengan Presiden Prabowo di Jakarta Selatan.

Prasetyo Hadi menjelaskan, Indonesia siap berkontribusi dalam misi perdamaian apabila KTT menghasilkan kesepakatan. Presiden Prabowo juga telah meminta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi untuk mulai menyiapkan pasukan perdamaian, agar dapat segera diterjunkan jika diminta.

“Bapak Presiden menekankan bahwa jika tercapai kesepakatan yang membawa perdamaian, Indonesia siap ikut serta dalam pengiriman pasukan perdamaian,” kata Prasetyo.

KTT Dipimpin Presiden Mesir dan AS

Konferensi internasional ini akan dipimpin oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi bersama Presiden AS Donald Trump, dan berlangsung di kota Sharm el-Sheikh, Laut Merah, pada Senin, 13 Oktober 2025. KTT akan mempertemukan pemimpin dari lebih 20 negara, dengan fokus utama mengakhiri perang di Jalur Gaza dan mendorong stabilitas regional.

Trump sebelumnya mengumumkan fase pertama dari rencana perdamaian 20 poin, yang mencakup pembebasan tahanan Israel dan Palestina serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza. Tahap kedua akan menekankan pembentukan pemerintahan baru di Gaza tanpa keterlibatan Hamas, pembentukan pasukan keamanan gabungan, serta perlucutan senjata Hamas.

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT ini menegaskan komitmen negara dalam mendukung perdamaian di Timur Tengah. Kehadiran Presiden Prabowo juga diharapkan memperkuat posisi diplomatik Indonesia di mata internasional, khususnya dalam misi kemanusiaan dan perdamaian.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *