Merdeka Plus – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kesenjangan digital masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Banyak pelajar, seperti Kalif dari Tangerang Selatan, belum memiliki akses komputer maupun pelajaran Teknologi Informasi. Padahal, literasi digital menjadi kunci untuk masa depan bangsa.
Berdasarkan IMD World Digital Competitive Ranking 2024, Indonesia berada di peringkat ke-43 dari 67 negara, masih tertinggal dari Malaysia dan Thailand.
Meski proyek Palapa Ring telah menghubungkan 34 provinsi dengan jaringan serat optik, tingkat penetrasi internet Indonesia pada Januari 2025 baru mencapai 74,6%.
Melihat kondisi ini, generasi muda hadir membawa harapan. Melalui inisiatif seperti Code 4 Community (C4C) yang digagas oleh Ryan Wong Pak Yan dan Trevyn Theodore Tjandra, para mahasiswa menjadi mentor bagi pelajar kurang mampu untuk belajar literasi digital dan pemrograman.
Hingga kini, C4C telah membimbing lebih dari 150 siswa dan membantu lahirnya lebih dari 200 proyek coding. Dari yang awalnya belum terbiasa mengetik, kini mereka mampu membuat situs web dan gim sederhana, termasuk Kalif, yang akhirnya bisa mulai mewujudkan mimpinya sebagai pengembang gim.
Ryan dan Trevyn percaya, perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Satu anak yang melek digital dapat menyalakan semangat bagi banyak lainnya, membawa Indonesia selangkah lebih dekat menuju masa depan digital yang inklusif.
