Hadiri Grand Opening Focus Motor, Ketum IMI Bamsoet Dorong Transformasi Dealer Mobil ke Ekosistem Digital

Feby Ferdian
2 Min Read

Merdeka Plus – Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, menegaskan bahwa bisnis dealer mobil di Indonesia tengah memasuki fase transformasi. Pergeseran perilaku konsumen, perkembangan teknologi finansial, dan munculnya kendaraan listrik mendorong showroom konvensional beradaptasi menjadi ekosistem digital terintegrasi.

Menurut Bambang Soesatyo, dealer kini tidak cukup hanya berfungsi sebagai etalase kendaraan. “Mereka harus berevolusi mengikuti kemajuan teknologi, di mana penjualan, simulasi cicilan, persetujuan kredit, hingga layanan purna jual dapat dilakukan secara digital melalui gawai. Ini peluang besar bagi industri otomotif sekaligus tantangan agar dealer, pabrikan, dan pembiayaan dapat bergerak seirama,” ujarnya saat menghadiri Grand Opening Focus Motor di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/8/2025).

Acara tersebut turut dihadiri CEO Focus Motor Agustinus, COO Focus Motor Azka Maulana, CEO Prestige Motorcars Rudy Salim, serta Komunikasi dan Media IMI Pusat, Dwi Nugroho Marsudianto.

Pasar Mobil Bekas Semakin Strategis

Bambang Soesatyo yang juga Ketua DPR RI ke-20 memaparkan, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil bekas pada 2024 mencapai sekitar 1,8 juta unit. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding penjualan mobil baru yang hanya mencatat 865.723 unit. Ke depan, pasar mobil bekas diperkirakan tumbuh 5–6% per tahun, didorong penetrasi digital dan akses pembiayaan yang semakin mudah.

“Pasar mobil bekas kini bukan lagi sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi segmen strategis bagi perekonomian otomotif nasional. Harga yang lebih terjangkau, ketersediaan unit, pembiayaan fleksibel, serta kanal digital yang transparan mendorong pertumbuhan signifikan,” ungkapnya.

Perubahan Perilaku Konsumen

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan KADIN Indonesia ini menambahkan, konsumen semakin percaya terhadap transaksi digital. Data menunjukkan lebih dari 60% konsumen memulai pencarian mobil bekas melalui kanal daring, sementara sekitar 30% sudah melakukan pemesanan dan pembayaran uang muka secara online.

“Pasar mobil bekas yang sehat membutuhkan standar pemeriksaan unit, transparansi dokumen, serta perlindungan konsumen. Dengan ekosistem yang terjaga, industri mobil bekas dapat menjadi motor baru bagi perekonomian otomotif Indonesia,” pungkasnya.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *