Pakar ITB Sebut Stimulus Motor Listrik Kunci Percepatan Transisi Energi Transportasi

Feby Ferdian
2 Min Read

Merdeka Plus, Jakarta – Rencana pemerintah untuk kembali memberikan stimulus pembelian sepeda motor listrik dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong transisi energi di sektor transportasi. Hal itu dikemukakan pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu.

Menurut Yannes, insentif tersebut akan mendorong masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, untuk beralih dari sepeda motor berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

“Kebijakan ini bisa mempercepat program transisi energi Indonesia di sektor transportasi,” ujarnya dalam wawancara dengan media, Kamis (7/8).

Selain itu, Yannes menilai stimulus bisa menjadi katalis transformasi sistemik, mulai dari peningkatan daya beli masyarakat, pembangunan industri hijau, hingga fondasi ekonomi rendah karbon di masa depan.

Ia menekankan bahwa harga awal motor listrik yang masih tinggi menjadi kendala utama adopsi kendaraan listrik roda dua.

“Stimulus ini berpotensi memberi manfaat ekonomi jangka panjang yang signifikan,” tambah Yannes.

Ia menyoroti bahwa penjualan motor listrik di Indonesia selama 2025 sempat menurun drastis akibat ketidakpastian insentif, dengan penurunan mencapai 70–80 persen.

Dengan adanya stimulus, Yannes optimistis harga motor listrik menjadi lebih terjangkau, mendorong peningkatan penjualan, sekaligus memperkuat industri dalam negeri dan sektor komponen pendukung. 

“Segmentasi pasar terbesarnya adalah masyarakat lower income class yang sangat sensitif terhadap harga beli awal. Stimulus dapat menjawab hal itu sekaligus membangun kembali kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Pakar ITB ini juga mengingatkan dampak ketidakpastian insentif terhadap pelaku industri lokal. Beberapa startup kendaraan listrik bahkan terpaksa menutup usaha atau melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pegawainya.

“Padahal, startup seperti mereka yang bisa menjadi motor pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional. Tanpa dukungan, kita hanya akan menjadi pasar produk impor,” katanya.

Yannes menegaskan, karakter transportasi Indonesia yang masih didominasi sepeda motor menjadikan transisi ke kendaraan listrik langkah strategis.

“Dengan stimulus yang tepat, kita tidak hanya mengurangi polusi udara, tapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat posisi Indonesia di industri kendaraan listrik global,” tutupnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *