Tren Film Horor 2026 Cerah, yang Tak Masuk Akal Mulai Tersingkir

Film horor Indonesia dituntut tak hanya menakutkan, tetapi juga cerdas, logis, dan relevan dengan zaman.

Hernowo Anggie
3 Min Read

Merdeka Plus – Industri film horor Indonesia diprediksi tetap perkasa sepanjang 2026. Setelah mendominasi layar bioskop nasional dalam tiga tahun terakhir, genre ini tidak hanya bertahan, tetapi juga kian mengukuhkan diri sebagai tulang punggung perfilman Tanah Air.

Data tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Tren Film Horor 2026” yang digelar dalam rangka Festival Film Horor (ffhoror) di Jakarta, Selasa siang (13/1).

Dalam forum itu terungkap, sepanjang 2023–2025, jumlah penonton film horor Indonesia mencapai 101.859.078 orang. Angka tersebut belum termasuk film horor impor. Jika digabung, total penonton genre horor menyentuh 128.160.815 orang.

Diskusi yang dipandu Dion Momongan itu menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, seperti artis senior sekaligus guru besar psikologi Universitas Indonesia Niniek L. Karim, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Syaifullah Agam, akademisi Arya Pramasaputra, serta dua sutradara film horor Ivan Bandhito dan Bayu Pamungkas.

Syaifullah menegaskan bahwa capaian tersebut sepenuhnya berasal dari film horor produksi dalam negeri. Menurutnya, dominasi genre ini bukan sekadar tren sesaat.

“Dilihat dari angka-angka tersebut, film horor saat ini sudah menjadi tulang punggung ekonomi kreatif di bidang perfilman nasional dengan menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar,” ujar Syaifullah.

Namun, para narasumber sepakat bahwa keberlanjutan film horor tidak bisa hanya bertumpu pada efek kejut dan sensasi menakutkan.

Niniek L. Karim menekankan pentingnya kualitas cerita dan logika narasi.
“Film horor di 2026 masih cerah, dengan catatan para sineas mengikuti perkembangan pasar. Jangan terlena membuat film yang asal seram dan bisa bikin takut, tapi juga harus masuk akal,” katanya.

Menurut Niniek, penonton kini semakin kritis dan rasional. Masyarakat tidak lagi mudah menerima cerita yang melompat-lompat atau tak memiliki pijakan logika yang jelas.

Film dengan alur yang tidak masuk akal, sekuat apa pun efek visualnya, berisiko ditinggalkan.

Janur Ireng” Jadi Film Pilihan Januari

Setelah sesi diskusi, ffhoror juga mengumumkan film horor pilihan Januari 2026. Penghargaan Nini Suny diberikan kepada film “Janur Ireng” yang dinilai menonjol dari sisi artistik dan penceritaan.

Selain itu, sejumlah penghargaan individual turut diumumkan, antara lain:

  • Aktor Terpilih: Tora Sudiro (Janur Ireng)
  • Sutradara Terpilih: Kimo Stamboel (Janur Ireng)
  • Aktris Terpilih: Wavi Zihan (Qorin 2)
  • DOP/Cameraman Terpilih: Enggar Budiono (Dusun Mayit)

Ffhoror juga memberikan penghargaan khusus kepada almarhum Eppie Kusnandar atas dedikasi dan pengabdiannya bagi dunia perfilman Indonesia.

Sebagai informasi, ffhoror merupakan perkumpulan penyelenggara Festival Film Horor yang secara rutin mengumumkan pilihan film terbaik setiap bulan pada tanggal 13 sejak Desember 2025.

Komunitas ini dikelola oleh para jurnalis, sineas, dan akademisi yang berkomitmen mendorong kualitas serta keberlanjutan film horor Indonesia.

Dengan pasar yang masih kuat dan penonton yang semakin selektif, 2026 menjadi tahun penentuan, dimana film horor Indonesia dituntut tak hanya menakutkan, tetapi juga cerdas, logis, dan relevan dengan zaman.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *