Jejak Cinta Dalam Nada

Selebgram Herni Ekamawati Rilis Mini Album “Jejak Cinta Dalam Nada” Tribute To Maestro Adjie Soetama

Feby Ferdian
3 Min Read

MerdekaPlus.com – Selebgram multitalenta Herni Ekamawati, yang dikenal lewat konten kecantikan, food dan travel, merilis mini album emosional bertajuk “Jejak Cinta Dalam Nada.”

Album ini menjadi persembahan penuh cinta dan apresiasi kepada maestro musik Indonesia, almarhum Adjie Soetama, yang meninggal dunia pada 21 September 2025.

Bersamaan dengan perilisan mini album “Jejak Cinta Dalam Nada” pada Jumat (21/11/2025), Herni juga merangkul penyanyi dan musisi Indonesia era 1980-1990an yang kerap bekerjasama dengan Adjie Soetama dalam malam penuh kenangan bertema “The Melody He Left Behind – Adjie Soetama Tribute”.

Hadir di sana, Deddy Dhukun, Agus Wisman, Rita Effendy, Yana Yulio, Vina Panduwinata, Ikang Fawzi, membawa memori manis sang maestro ke atas panggung.

Sang Maestro telah berpulang, namun karyanya tetap hidup. Deddy Dhukun dan Vina Panduwinata menyanyikan kembali lagu “Biru”.

Sementara Rita Effendy membangkitkan kenangan dengan lagu “Selamat Jalan Kekasih” dan “Cium Pipiku”.

“Mas Adjie adalah sosok yang ceria, menyenangkan. Selalu menyanyi dan tertawa bersama Mas Adjie,” kenang Rita.

Sosok Adjie Soetama dikenal sebagai komposer legendaris yang menciptakan banyak lagu hits di era 1980-an dan 1990-an. Beberapa karya terkenal lainnya yang masih melekat, “Hip Hip Hura” dan “Aku Cinta Dia” dipopulerkan oleh Chrisye, serta “Cinta” yang dibawakan oleh Vina Panduwinata.

Di antara penampilan para penyanyi legendaris era 80an, Herni Ekamawati bersyukur, mendapat kesempatan berkarya dengan Adjie Soetama sebelum kepergiannya.

Herni menceritakan bahwa mini album “Jejak Cinta Dalam Nada” berawal dari diskusi hangat antara dirinya, almarhum Adjie Soetama, dan Ratu Ira hanya sebulan sebelum kepergian sang maestro.

“Mini album Jejak Cinta Dalam Nada berawal dari kerja sama saya dengan almarhum Mas Adjie. Kami berdiskusi tentang keinginan untuk me-recycle beberapa lagu indah ciptaan beliau, termasuk yang pernah dibawakan Chrisye, Tika Bisono, dan musisi besar lainnya,” ucap Herni.

Dari ide sederhana itu lahirlah sebuah proyek yang berkembang menjadi lima lagu dalam satu mini album.

Tak sangka, karya ini menjadi sentuhan terakhir Adjie Soetama sebelum beliau meninggal dunia pada 21 September 2025.

“Proyek ini akhirnya menjadi bentuk penghormatan saya untuk karya-karya beliau dan menjadi jejak perjalanan yang sangat berarti dalam hidup saya,” lanjut Herni.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *