Trump Apresiasi Pidato Tegas Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80

Feby Ferdian
3 Min Read

Merdeka Plus – Pertemuan tingkat tinggi di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/9/2025) menjadi panggung penting bagi diplomasi Indonesia. Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat perhatian internasional berkat pidatonya yang lugas dan penuh seruan kemanusiaan.

Salah satu momen menarik datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang secara terbuka menyampaikan pujian atas penampilan Prabowo.

“Pidato yang hebat, Anda melakukan pekerjaan luar biasa,” ujar Trump sambil memberikan gestur persahabatan yang disaksikan para pemimpin dunia. Menurut Trump, gaya komunikasi Prabowo yang tegas dan penuh energi berhasil menggugah perhatian seluruh delegasi.

Seruan Kemanusiaan untuk Gaza

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza, yang hingga kini menghadapi ancaman kelaparan, kekerasan, dan bencana kemanusiaan. Ia mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah nyata demi menghentikan tragedi kemanusiaan.

“Kita harus bertindak sekarang. Orang-orang tak bersalah menangis meminta pertolongan. Jutaan orang menghadapi bahaya saat kita duduk di sini,” tegas Prabowo di hadapan para pemimpin dunia.

Ia menekankan bahwa PBB harus menjadi pilar yang kuat agar keadilan, perdamaian, dan hak hidup layak dapat dirasakan semua bangsa, tanpa terkecuali.

Posisi Strategis Indonesia

Kehadiran Prabowo sebagai salah satu pembicara utama (diberi urutan ketiga setelah Presiden AS Donald Trump) dinilai sebagai pengakuan atas peran strategis Indonesia di kancah global. Indonesia disebut mampu menjembatani kepentingan negara maju dan berkembang, serta menjadi suara penting dalam isu perdamaian dan kemanusiaan internasional.

Selain mendapat apresiasi dari Trump, Prabowo juga disambut hangat oleh sejumlah kepala negara seperti Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, yang secara langsung memberikan ucapan selamat setelah sesi pidato. Respons positif ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong multilateralisme dan keadilan global.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap internasionalisme dan penguatan lembaga PBB. Ia menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama global untuk mengatasi konflik, ketidakadilan, serta berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

“Kita tidak boleh menyerah. Kita harus bersatu dan terus berjuang demi perdamaian dunia,” ujar Prabowo, menutup pidatonya dengan ajakan kolaborasi lintas negara.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *