Pee Wee Gaskins “Putar Waktu Kembali” lewat EP Tribute Band era 90-2000’an

Feby Ferdian
3 Min Read

Merdeka Plus – Pee Wee Gaskins kembali hadir dengan proyek musik penuh nostalgia. Setelah resmi bergabung dengan label WeCord Evermore, band pop-punk asal Jakarta ini meluncurkan EP tribute berjudul Salute from Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali.

Seperti namanya, mini album ini menjadi bentuk penghormatan untuk band-band yang mewarnai perjalanan musik Indonesia di era 90-an dan 2000-an.

Lagu Piknik 72 milik Naif dipilih sebagai pembuka sekaligus pengantar menuju EP ini. Dirilis pada 29 Agustus, track tersebut menjadi pintu masuk sebelum empat lagu lainnya, antara lain Terbang (Gigi), Aku Ingin (/Rif), Bermimpi (Base Jam) dan Konservatif dari The Adams.

Menurut sang gitaris, Ayi, konsep album ini adalah lanjutan dari EP Salute to 90’s yang rilis tahun 2018, namun kini dengan cakupan waktu yang lebih luas.

“Kami ingin memberikan tribute pada band-band yang dulu jadi inspirasi kami. Lagu-lagu ini bukan sekadar cover, tapi punya makna personal buat kami berlima,” jelas Ayi.

Proses produksi sendiri berlangsung relatif singkat, hanya sekitar 1,5 bulan. Meski begitu, diungkap oleh Omo (synthesizer), salah satu tantangan terbesar justru datang dari pemilihan lagu.

“Ada beberapa lagu yang seharusnya masuk list kami, tapi tidak mendapat izin dari penciptanya. Akhirnya, kami harus memutar otak dan memilih alternatif lain.”

Ditambahkan Aldy (drum), kemudahan proses pembuatan EP ini tak lepas dari kolaborasi solid bersama tim WeCord Evermore.

“Karena sebelumnya sudah pernah kerja bareng, jadi chemistry-nya enak banget. Dari urusan perizinan sampai rekaman, semua jadi lebih cepat dan lancar,” ujarnya.

Keputusan merilis EP ketimbang single perdana pun bukan tanpa alasan. Sang vokalis, Sansan menyebutkan bahwa banyak materi yang ingin mereka eksplorasi sekaligus menjaga kesinambungan dengan proyek sebelumnya.

“Kalau hanya single, rasanya tanggung. Dengan lima lagu, kami bisa lebih maksimal dalam menunjukkan identitas kami sekaligus tetap menghormati esensi lagu originalnya,” katanya.

Sentuhan Pee Wee Gaskins

Meski dibawakan dengan ciri khas Pee Wee Gaskins, aransemen kelima lagu tetap mempertahankan nuansa asli.

“Kami menyuntikkan elemen synthesizer sebagai benang merah khas P.W.G., tapi tetap menjaga ruh lagu-lagu ini. Harapannya, generasi sekarang bisa mengenal karya-karya ikonik ini lewat kacamata kami,” tambah Sansan.

Sementara itu, Dochi (bass) menyebutkan bahwa proyek ini terasa istimewa secara personal.

“Band-band ini yang dulu bikin aku semangat bermusik. Bisa menyanyikan ulang karya mereka sekarang rasanya seperti memberi salam hormat ke para pahlawan yang kami kagumi. Semoga selain menghibur, album ini juga bisa memperluas jangkauan musik Pee Wee Gaskins ke pendengar baru.”

Penasaran? Tenang… Mulai 29 Agustus hingga 26 September, kelima lagu dalam EP ini dapat dinikmati secara bertahap di seluruh platform digital.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *