Akhirnya! Eko Patrio Minta Maaf kepada Masyarakat Indonesia

Feby Ferdian
4 Min Read

Merdeka Plus – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Patrio, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia atas aksinya berjoget di ruang rapat DPR yang menuai kritik tajam. Permintaan maaf ini disampaikan Eko pada Sabtu (30/8) malam di Jakarta, dalam sebuah pernyataan resmi yang dibuka oleh rekannya sesama anggota DPR sekaligus vokalis band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha.

Dalam pembukaannya, Pasha menyampaikan salam hormat kepada masyarakat dan menjelaskan bahwa Eko ingin menyampaikan langsung permintaan maafnya terkait situasi serta polemik yang berkembang belakangan ini.

“Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Malam hari ini, saya bersama saudara saya, Bapak Eko Patrio, yang insyaAllah akan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas keresahan yang timbul,” ujar Pasha.

Dalam pernyataannya, Eko Patrio mengakui bahwa aksinya berjoget di tengah rapat DPR menimbulkan kekecewaan dan bahkan dianggap sebagai salah satu pemicu meningkatnya kemarahan publik, termasuk demonstrasi besar-besaran buruh pada 28 Agustus 2025 lalu yang berujung ricuh.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan saya. Saya menyadari sepenuhnya bahwa situasi ini membawa luka bagi bangsa, terlebih bagi keluarga korban yang harus menanggung penderitaan akibat benturan saat demo berlangsung. Tidak sedikit pun terbesit niat dari saya untuk memperburuk keadaan,” ucap Eko.

Ia menegaskan akan lebih berhati-hati dalam bersikap maupun menyampaikan pendapat ke depan. “Saya berkomitmen untuk sungguh-sungguh menjalankan peran saya sebagai wakil rakyat dengan ketulusan, keberanian, dan tetap menjaga sumpah yang telah saya ikrarkan,” tambahnya.

Latar Belakang Aksi Demo

Seperti diketahui, pada 28 Agustus lalu, ribuan buruh menggelar aksi serentak di 38 provinsi dengan enam tuntutan utama, mulai dari penghapusan outsourcing hingga reformasi pajak ketenagakerjaan. Aksi yang berlangsung di Jakarta dipusatkan di Gedung DPR dan Istana Negara.

Namun, unjuk rasa tersebut memanas setelah terjadi bentrokan antara aparat dan massa, yang mengakibatkan meninggalnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tertabrak kendaraan taktis Brimob saat pembubaran aksi. Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan investigasi tuntas atas insiden tersebut.

Gelombang Permintaan Maaf dan Reaksi Publik

Eko Patrio bukanlah satu-satunya anggota DPR yang menuai kritik atas aksi joget di parlemen. Sebelumnya, Uya Kuya juga telah lebih dahulu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Sementara itu, situasi semakin memanas setelah ucapan kontroversial anggota DPR Ahmad Sahroni yang menyebut wacana pembubaran DPR sebagai “ide orang tolol sedunia” memicu amarah warga. Rumah pribadi Sahroni di Tanjung Priok bahkan sempat dikepung dan dijarah massa pada Sabtu siang (30/8). Sejumlah barang berharga, termasuk koleksi action figure Iron Man senilai ratusan juta rupiah, dilaporkan hilang.

Melalui permintaan maafnya, Eko Patrio berharap publik dapat menerima penyesalan yang ia sampaikan dan menjadikannya sebagai bahan refleksi bersama.

“Saya berharap permohonan maaf ini dapat diterima, sekaligus menjadi pengingat bagi saya untuk terus memperbaiki diri dalam menjalankan amanah serta tanggung jawab yang diberikan. Mari bersama-sama kita rawat persatuan dan kedamaian bangsa,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *