Merdeka Plus – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadirkan langkah strategis dengan melibatkan sektor perikanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maros. Program ini bertujuan memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Riza Damanik, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, menjelaskan bahwa fokus program kali ini adalah optimalisasi sektor perikanan melalui pendampingan usaha berbasis ekosistem hulu ke hilir. Pendampingan mencakup legalitas usaha, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga kemitraan antara UMKM dengan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Penguatan sektor perikanan sangat strategis, baik untuk pemenuhan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi lokal,” ujar Riza saat kunjungan ke Tambak Silvofishery Marana Maros, Jumat (29/8).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, Kabupaten Maros menghasilkan lebih dari 9.100 ton ikan bandeng per tahun. Di lokasi tambak tersebut, satu kolam seluas 2.500 meter persegi dapat menghasilkan sekitar 1.500–3.500 ekor ikan per panen.
Dalam kunjungan yang sama, dilakukan pula tinjuan pengolahan Bandeng Tanpa Duri (Batari) oleh UMKM Marlo Jaya serta penempelan stiker SPPG Ramah UMKM di SPPG Maros Mandai I. Riza menekankan bahwa UMKM menjadi penerima manfaat utama program MBG, karena pendapatan mereka akan lebih stabil dan meningkat setelah tergabung dalam ekosistem MBG.
Kabupaten Maros ditargetkan memiliki 41–48 SPPG dengan penerima manfaat sebanyak 121.915 orang. Saat ini baru ada 11 SPPG yang beroperasi, sehingga pasokan ikan bandeng perlu terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh SPPG di Maros.
Program ini berjalan berkat kolaborasi Kementerian UMKM, Badan Gizi Nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Kabupaten Maros, serta dukungan BRI, BPJS, dan Pemerintah Daerah.
Dengan strategi ini, Kementerian UMKM tidak hanya mendorong pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM sektor perikanan di Maros.
