Merdeka Plus, Tangerang – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menyambut lebih dari 2.700 mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 lewat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dikemas dalam program Inisiasi Student Life Journey (Ini-SLJ).
Program Ini-SLJ dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi sekaligus mengembangkan potensi diri melalui kerangka Student Life Journey (SLJ) yang mendampingi mahasiswa sejak awal kuliah hingga menjadi alumni.
SLJ berfokus pada lima pilar utama: prestasi dan reputasi, kepemimpinan transformatif, kompetensi interpersonal, keunggulan intelektual, serta perilaku keberlanjutan.
Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), menekankan, momen penyambutan ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan sehingga memiliki makna khusus.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa yang akan berada di barisan terdepan, menjadi pemimpin dengan kompetensi global, kerja keras, dan semangat kolaborasi. Gunakan waktu kuliah di Unika Atma Jaya untuk berkarya, berinovasi, memperluas jejaring, serta memperkuat integritas,” ujarnya di Kampus BSD, tepat pada momen HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8).
Luncurkan Future-Ready Series
Sebagai bagian dari transformasi pendidikan, tahun ini Unika Atma Jaya meluncurkan Future-Ready Series untuk program sarjana. Program pengayaan kurikulum transdisipliner ini memungkinkan mahasiswa memilih lintas mata kuliah dari berbagai prodi guna memperkuat kompetensi masa depan.
Future-Ready Series menawarkan berbagai track tematik, di antaranya:
- Sustainability
- Leadership
- Entrepreneurship
- Digital Marketing
- Disaster Management
- Global Citizenship & Intercultural Competence
- AI & Human-Technology Interaction
- Well-being & Mental Health Awareness
- Law & Ethics for Professionals
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan SDM, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab dinamika global.
“Mahasiswa bisa mengambil mata kuliah lintas prodi sesuai minat dan kebutuhan. Mereka akan diperkaya perspektif multidisipliner sekaligus dibekali keterampilan praktis, pola pikir kritis, dan kepekaan sosial agar lebih adaptif, inovatif, dan siap bersaing,” jelasnya.
