BOYOLALI – Upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama dan menjaga persatuan masyarakat terus dilakukan di wilayah Kabupaten Boyolali. Polsek Nogosari bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), TNI, pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama Tingkat Kecamatan Nogosari Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Nogosari, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.45 WIB tersebut diikuti sekitar 35 peserta dari berbagai unsur lintas agama dan pemerintahan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua FKUB Kabupaten Boyolali Habib Masturi, Camat Nogosari Sarwanto, S.IP., Kapolsek Nogosari AKP Suparmi, Danramil 13/Nogosari Kapten Inf. Wahyono, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nogosari, tokoh agama, pengurus gereja, pimpinan pondok pesantren, serta kepala desa se-Kecamatan Nogosari.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan silaturahmi lintas agama untuk memperkuat sikap saling menghormati, membangun komunikasi yang harmonis, serta mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Nogosari Sarwanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan di tengah keberagaman. Ia menekankan pentingnya membangun sikap moderat, tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan latar belakang agama, serta memperkuat komitmen kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjaga kerukunan, masyarakat juga didorong untuk menghidupkan kembali kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran maupun bencana lainnya.
Ketua FKUB Kabupaten Boyolali Habib Masturi dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya peran FKUB dalam membangun dialog, memperkuat komunikasi lintas agama, dan menyosialisasikan nilai-nilai moderasi beragama hingga tingkat masyarakat paling bawah. Sikap moderat atau wasathiyah menjadi salah satu kunci dalam menjaga keseimbangan, menghindari sikap ekstrem, serta membangun kehidupan yang damai dan saling menghargai.
Sementara itu, Kapolsek Nogosari AKP Suparmi menyampaikan materi mengenai peran Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Materi tersebut mencakup hak dan kewajiban warga negara, hak dan kewajiban organisasi kemasyarakatan, serta pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai bagian dari upaya memelihara situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Menurutnya, terciptanya keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi fondasi penting dalam mencegah kesalahpahaman dan menjaga persatuan.
Pada kesempatan yang sama, Danramil 13/Nogosari Kapten Inf. Wahyono menyampaikan materi bertema Membangun Negeri untuk Indonesia Maju. Ia menekankan pentingnya membangun karakter dan jati diri bangsa sejak lingkungan keluarga, dengan orang tua sebagai teladan bagi anak-anak dan generasi muda dalam menanamkan nilai kebangsaan, persatuan, dan tanggung jawab.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan pendekatan yang mengedepankan persatuan.
Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, Polsek Nogosari menerjunkan dua personel yang dipimpin Bhabinkamtibmas Brigadir Agus Kurniawan. Pengamanan dan pemantauan juga didukung personel Koramil 13/Nogosari, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Nogosari menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat kemitraan lintas agama, serta mendorong terciptanya lingkungan yang damai dan harmonis.
Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, kerukunan dijaga, toleransi diperkuat, dan persatuan menjadi fondasi terciptanya keamanan serta kedamaian di Kabupaten Boyolali.


