Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0729/Bantul di Dusun Jaten, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Jumat (16/10/2026).
Memasuki hari keempat, personel Satgas TMMD bersama masyarakat terus melanjutkan pembangunan talud melalui serangkaian pekerjaan, mulai dari menyiapkan material, memecah batu, memindahkan bahan bangunan, hingga menata batu pada bagian konstruksi.
Di lokasi pekerjaan yang berada di kawasan persawahan, prajurit TNI dan warga terlihat bekerja berdampingan. Mereka saling membantu sesuai peran masing-masing untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD tersebut.
Cuaca cerah dengan sinar matahari yang cukup terik tidak menyurutkan semangat para personel dan masyarakat. Aktivitas pembangunan terus berlangsung dengan mengandalkan tenaga, ketelitian, dan koordinasi agar setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pemecahan Batu hingga Penataan Talud
Salah satu kegiatan yang dilakukan personel Satgas TMMD adalah memecah batu menggunakan palu agar material dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan konstruksi. Suara palu yang menghantam batu berpadu dengan aktivitas para pekerja yang menyiapkan dan memindahkan material di sekitar lokasi pembangunan.
Batu-batu yang telah disiapkan kemudian dipindahkan menuju bagian talud yang sedang dikerjakan. Personel TNI dan warga saling membantu mengangkat material, membawanya ke titik pekerjaan, serta menempatkannya agar mudah digunakan dalam proses penyusunan.
Pada bagian tertentu, pemindahan batu dilakukan secara estafet. Material diangkat dan diserahkan secara bergantian dari satu orang kepada orang lainnya. Pola kerja tersebut menggambarkan koordinasi dan kekompakan antara prajurit TNI dengan warga dalam mendukung pengerjaan talud.
Setelah material berada di titik yang dibutuhkan, pekerjaan dilanjutkan dengan penataan batu pada bagian konstruksi. Personel TNI dan masyarakat bersama-sama menempatkan batu secara bertahap, menyesuaikan susunannya dengan kebutuhan pekerjaan.
Sementara sebagian personel membantu menyiapkan dan memindahkan material, anggota lainnya bersama warga menangani penataan batu. Pembagian peran tersebut membuat berbagai pekerjaan dapat berlangsung secara bersamaan, dengan setiap orang berkontribusi sesuai kemampuan dan tugasnya di lokasi.

Proses pengerjaan membutuhkan tenaga sekaligus ketelitian. Batu harus dipindahkan dan ditempatkan dengan cermat agar susunannya mendukung kebutuhan konstruksi talud. Karena itu, kerja sama antara personel TNI dan warga menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pembangunan.
Tetap Bekerja di Tengah Cuaca Terik
Pemandangan gotong royong terlihat di antara hamparan persawahan Dusun Jaten. Di bawah sinar matahari yang cukup terik, personel TNI dan masyarakat tetap melanjutkan aktivitas pembangunan dengan saling membantu mengangkat batu, menyiapkan material, dan mengerjakan bagian talud.
Pekerjaan tersebut memerlukan tenaga fisik dan ketekunan. Namun, keterlibatan bersama membuat proses pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab personel Satgas TMMD, melainkan juga menjadi kegiatan yang didukung langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi.

Warga turut mengambil bagian dalam pekerjaan, mulai dari membantu pemindahan material hingga mendukung penataan batu. Di sisi lain, personel TNI juga terlibat langsung dalam pekerjaan lapangan, termasuk memecah batu dan mengatur penempatan material.
Kebersamaan tersebut memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur desa dapat dikerjakan melalui kontribusi berbagai pihak. Interaksi selama bekerja juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat dalam suasana kerja yang penuh kekompakan.
Talud untuk Mendukung Infrastruktur Desa
Pembangunan talud menjadi salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-130 Kodim 0729/Bantul. Keberadaan talud diharapkan dapat membantu memperkuat struktur tanah di sekitar jalur yang dibangun serta mendukung kondisi infrastruktur di kawasan pertanian agar lebih terjaga.
Penyiapan dan penataan material menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pengerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan konstruksi di lapangan, sehingga batu yang telah dipersiapkan dapat digunakan untuk mendukung kelanjutan pembangunan.
Selain menunjang pekerjaan fisik, keterlibatan masyarakat juga memiliki arti penting bagi keberlangsungan pembangunan desa. Partisipasi warga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun, sehingga hasilnya nantinya dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama.
Melalui kerja bersama, pembangunan talud tidak hanya berorientasi pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan di wilayahnya sendiri.

Gotong Royong Menjadi Kekuatan TMMD
Pelaksanaan TMMD Reguler ke-130 di Dusun Jaten menunjukkan eratnya kerja sama antara TNI dan masyarakat. Mulai dari pemecahan batu, pemindahan material secara estafet, penyiapan bahan bangunan, hingga penataan batu, setiap tahapan menjadi gambaran keterlibatan bersama dalam mendukung pembangunan infrastruktur.
Program TMMD Reguler ke-130 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”. Melalui program ini, Kodim 0729/Bantul bersama pemerintah daerah dan masyarakat mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah pedesaan.
Semangat gotong royong yang terlihat di lokasi kegiatan menjadi bagian dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hubungan tersebut tidak hanya terbangun melalui pekerjaan bersama, tetapi juga melalui kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan lingkungannya.
Dengan berlanjutnya pengerjaan talud, pembangunan di Dusun Jaten diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD juga diharapkan terus terpelihara, termasuk dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan untuk kepentingan bersama.


