Merdeka Plus, Yogyakarta – Kota ini, yang hidup di antara lorong waktu dan denyut budaya, kembali menyambut hotel baru, yang mencoba menghidupkan kenangan, semangat, dan narasi lokal.
Aktor utamanya adalah PHM HOTELS, yang meresmikan kehadiran 1O1 URBAN Heritage Yogyakarta Lynn – Prawirotaman, hotel ke-18 dalam jaringan nasional mereka, dan properti ketiga yang mereka hadirkan di tanah budaya ini.
Tapi kali ini, misinya bukan hanya tentang menambah jumlah, tapi lebih ke menciptakan jejak baru. Hotel ini merupakan koleksi perdana dari konsep urban heritage, di mana modernitas yang dinamis dipadukan dengan napas warisan budaya yang hangat dan mendalam.
Prawirotaman: Lebih dari Sekadar Lokasi
1O1 URBAN Heritage Yogyakarta Lynn bertempat di kawasan Prawirotaman, sebuah distrik kreatif yang telah lama menjadi tempat bersandar para petualang dan seniman. Hotel ini terletak hanya beberapa langkah dari Panggung Krapyak, bagian dari Sumbu Filosofis Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Tentu, pilihan lokasi ini bukan kebetulan, melainkan bentuk penghormatan pada ruh kota yang terus berdetak melalui batik, tarian, ukiran, dan kisah.
Mengusung semangat “Stay With Soul,” 1O1 URBAN Heritage Yogyakarta Lynn – Prawirotaman menyajikan 111 kamar dengan desain interior yang terinspirasi dari Batik Kawung yang menyimbolkan harmoni, ketulusan, dan keseimbangan. Setiap ruang seolah seperti berbicara tentang masa lalu yang dijaga, dan masa depan yang dirancang dengan rasa.
Lebih dari Sekadar Tempat Menginap
Ketika masuk ke dalamnya, kita akan menyadari bahwa hotel ini bukan hanya sebuah destinasi menginap, melainkan titik temu antara kenyamanan modern dan pengalaman budaya yang otentik.
Ada banyak hal yang layak jadi perhatian. Mulai dari kolam renang yang bersahaja, restoran dengan menu lokal dan internasional, ruang pertemuan, hingga lounge untuk bersantai. Semuanya dirancang untuk menciptakan guest journey yang menyatu dalam konsep SEE, yang berarti Stay, Eat, Experience.
Di sinilah keunikan 1O1 URBAN Heritage Yogyakarta Lynn – Prawirotaman. Ia tidak sekadar membaur dengan lingkungan, tetapi berdialog dengannya. Melalui kolaborasi dengan seniman lokal, komunitas kreatif, pengrajin batik, dan pegiat kuliner tradisional, hotel ini menjadi semacam ruang perantara antara wisatawan dan Yogyakarta yang sesungguhnya.
Hospitality yang Dipimpin Budaya
“Yogyakarta bukan sekadar kota destinasi. Ia adalah ruang hidup penuh inspirasi,” tutur Wahyu Wikan Trispratiwi, Cluster General Manager PHM HOTELS Yogyakarta. “Di hotel ini, kami tidak hanya menawarkan kenyamanan, tapi juga pengalaman yang membawa tamu lebih dekat dengan jiwa Jogja.”
Seolah mengamini ucapan Wahyu, peluncuran hotel ini memang melibatkan semangat yang lebih besar, yakni culture-led hospitality, sebuah pendekatan manajemen yang mengakar pada nilai lokal, bukan hanya pada efisiensi.
“Kami tidak sedang sekadar membangun hotel. Kami membangun ruang-ruang hidup yang membumi, relevan, dan punya makna,” tegas Marcia Amandary, VP Brand & Development PHM HOTELS.
Apa yang disampaikan Marcia memang bukan tanpa alasan. Pasalnya, ketika era ketika industri perhotelan bergerak cepat mengejar tren digital dan kemewahan global, 1O1 URBAN Heritage Yogyakarta Lynn – Prawirotaman justru memilih untuk memperkuat jejak lokal dan memperhalus makna perjalanan. Itulah mengapa setiap detail hotel ini, mulai dari pola ubin hingga sajian sarapan, mengandung cerita, rasa, dan penghormatan.
PHM HOTELS, lewat properti ini, menegaskan bahwa inovasi tidak selalu berarti baru, tapi bisa juga berarti kembali pada nilai, pada tradisi, pada akar. Mereka membuka ruang bagi para pelancong, keluarga, pebisnis, hingga para pencari makna budaya, untuk tidak hanya singgah, tapi mengalami.
Ingin tahu lebih banyak atau mereservasi perjalanan jiwa Anda berikutnya? Temukan mereka di Instagram: @1o1urbanheritageyogyakarta
