Lentera Takjub, Ahmedabad – Dari tragedi Air India 2025 hingga kecelakaan Thai Airways 1998, satu hal menyatukan dua kisah selamat: kursi nomor 11A. Apakah ini hanya kebetulan? Atau sebuah pesan tak terlihat dari semesta?
Di dunia penerbangan, nomor kursi biasanya hanyalah angka biasa di boarding pass. Tapi tidak dengan 11A. Dalam dua kecelakaan besar yang terjadi dengan selisih hampir tiga dekade, kursi ini menjadi saksi dua kisah selamat yang membuat dunia terdiam.
Satu-Satunya Korban Selamat dari Tragedi Air India
Pada 12 Juni 2025, pesawat Air India Flight 171, sebuah Boeing 787-8 Dreamliner, jatuh beberapa detik setelah lepas landas dari Ahmedabad menuju London. Pesawat tersebut menghantam bangunan padat penduduk dan menewaskan 241 orang, termasuk seluruh awak kabin dan mayoritas penumpang.
Namun, ada satu keajaiban: Vishwash Kumar Ramesh, seorang pria Inggris keturunan India, berhasil selamat. Ia duduk di kursi 11A, dekat pintu darurat dan tepat di atas bagian paling kokoh dari badan pesawat, yaitu wing box.
Menurut laporan, Ramesh mengalami luka ringan dan berhasil keluar dari reruntuhan sendiri, bahkan sempat berjalan mencari bantuan sebelum ditangani tim medis.
Seorang mantan pilot Qantas menyebut lokasi duduknya sebagai “tempat paling mungkin selamat dalam tabrakan vertikal”. Tapi tetap saja, di antara lebih dari 240 korban lainnya, kenapa hanya dia?
(News.com.au)
Keajaiban yang Sama Terjadi di 1998
Yang membuat publik bergidik adalah kemiripannya dengan tragedi lain, 27 tahun sebelumnya.
Pada tahun 1998, pesawat Thai Airways Flight TG 261 mengalami kecelakaan saat mendarat dalam cuaca buruk di Surat Thani, Thailand. Dari 146 penumpang, hanya 45 orang yang selamat. Salah satunya adalah penyanyi pop Thailand terkenal, James Ruangsak Loychusak. Dan ia duduk di kursi 11A.
Mengutip dari Straits Times, James menderita luka bakar cukup parah dan trauma berkepanjangan. Ia mengaku baru bisa naik pesawat lagi lebih dari 10 tahun setelah tragedi itu. Namun, ia tetap menganggap hidupnya adalah “hadiah kedua”. Saat mengetahui tentang Vishwash, ia mengaku merinding dan terharu, seolah-olah kursi 11A memang “dijaga oleh malaikat.”
Apa Istimewanya Kursi 11A?
Secara teknis, kursi ini memang terletak di area yang diperkuat secara struktural, dekat pintu darurat dan di atas wing box. Dalam tabrakan vertikal, ini bisa memberi perlindungan tambahan dibanding area lain.
Namun tetap saja, hanya dua kejadian selamat dalam puluhan tahun (dan keduanya di kursi yang sama) menjadi misteri yang tak bisa dijelaskan hanya dengan logika.
Tanggapan Publik dan Penyidikan Lanjutan
Kecelakaan Air India 171 sedang diselidiki oleh otoritas India dengan bantuan dari Amerika Serikat dan Inggris. Kotak hitam telah ditemukan dan dianalisis untuk mengungkap penyebab tragedi.
Pemerintah India, seperti dilansir dari Times of India, mengumumkan bantuan kompensasi sebesar INR 1 crore untuk keluarga korban, dan tambahan INR 25 lakh untuk dukungan awal.
Turut Berduka Cita
Tak ada cerita keajaiban yang bisa menghapus kesedihan dari kehilangan ratusan nyawa dalam tragedi ini. Kepada seluruh keluarga korban, Lentera Takjub menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya.
Semoga mereka yang berpulang dapat beristirahat dalam damai, dan mereka yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melanjutkan hidup dalam kasih dan pengharapan.
Sumber referensi lainnya dalam artikel ini: news.com.au, washington Post


