Hari ke-10 TMMD Kodim Bantul, Talud, Gorong-Gorong, dan Pengecoran Jalan Terus Dikerjakan

Pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026 terus berlanjut di Dusun Jaten, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Kamis (22/10/2026).

Memasuki hari kesepuluh, personel Satgas TMMD Kodim 0729/Bantul bersama masyarakat melanjutkan sejumlah sasaran fisik, mulai dari pembangunan talud dan gorong-gorong hingga penyiapan material serta pengecoran jalan.

Di lokasi kegiatan, personel TNI dan warga tampak bekerja berdampingan menyiapkan berbagai kebutuhan pembangunan. Material berupa batu, pasir, dan semen dikumpulkan serta ditata agar siap digunakan. Sejumlah personel juga mengoperasikan mesin molen untuk mencampur bahan menjadi adukan yang dibutuhkan dalam pengerjaan konstruksi.

 

Distribusi material menjadi bagian penting dari aktivitas hari itu. Batu dan bahan bangunan dipindahkan dari kendaraan bak terbuka menuju titik pekerjaan, kemudian diangkut menggunakan gerobak dorong. Personel TNI dan masyarakat berbagi tugas agar material dapat tersedia di lokasi yang membutuhkan, baik untuk pengerjaan talud maupun pembangunan jalan.

Pada bagian talud, pekerjaan berfokus pada penataan batu di sepanjang sisi jalan kawasan pertanian. Batu-batu disusun secara bertahap, sementara adukan semen disiapkan untuk mendukung pengerjaan konstruksi. Personel TNI bersama warga saling membantu menempatkan material dan merapikan susunan agar talud dapat dibangun sesuai kebutuhan di lapangan.

Pembangunan talud tersebut diharapkan membantu memperkuat sisi jalan serta menjaga kestabilan tanah di sekitarnya.

Keberadaannya juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi akses menuju lahan pertanian agar lebih terpelihara dan dapat menunjang aktivitas warga.

Selain talud, pekerjaan juga dilakukan pada bagian gorong-gorong dan saluran air. Personel TNI bersama masyarakat menata batu serta merapikan bagian konstruksi saluran.

Pada titik pekerjaan lainnya, mereka memasang bekisting atau papan penahan untuk mendukung pembentukan konstruksi di sekitar saluran air.

Penyelesaian bagian gorong-gorong menjadi salah satu pekerjaan yang berjalan bersamaan dengan pembangunan talud.

Penataan material dan perapian struktur dilakukan secara bertahap untuk mendukung fungsi konstruksi, termasuk membantu kelancaran aliran air. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang kondisi jalan dan pengelolaan air di kawasan pedesaan.

Sementara itu, pengerjaan jalan terus dilanjutkan melalui penyiapan material dan pengecoran beton. Prajurit TNI menyiapkan campuran pasir dan batu serta kebutuhan bahan lainnya untuk mendukung tahapan pembangunan. Badan jalan juga dirapikan, termasuk penataan tanah dan batu pada bagian sisi jalan yang sedang dikerjakan.

Proses pengecoran dilakukan dengan bantuan mesin molen untuk menghasilkan adukan beton. Setelah tercampur, adukan diangkat dan dituangkan ke dalam gerobak dorong, kemudian dibawa menuju titik pengecoran. Personel TNI dan warga bekerja sama menyalurkan adukan ke badan jalan yang telah disiapkan.

Di lokasi pengecoran, adukan beton dituangkan dan diratakan menggunakan peralatan kerja. Setiap personel menjalankan tugas masing-masing, mulai dari menyiapkan campuran, mengangkut adukan, hingga membantu merapikan permukaan beton. Tahapan tersebut dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung kelancaran pembangunan jalan.

Pembangunan jalan beton ini diharapkan meningkatkan kualitas akses transportasi masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di kawasan pertanian.

Akses yang lebih baik juga diharapkan memudahkan perjalanan menuju lahan serta pengangkutan hasil panen, sehingga dapat mendukung kegiatan sehari-hari dan perekonomian warga setempat.

Berbagai pekerjaan yang berlangsung secara bersamaan menunjukkan pentingnya pembagian tugas dan ketersediaan material dalam pembangunan infrastruktur.

Penataan batu mendukung konstruksi talud, pemasangan bekisting membantu pengerjaan saluran, sementara penggunaan mesin molen dan gerobak dorong menunjang proses pengecoran jalan.

Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam pelaksanaan TMMD. Personel TNI dan warga saling membantu menyiapkan bahan, memindahkan material, menyusun batu, hingga mengerjakan jalan dan saluran air. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran sasaran fisik program.

TMMD Reguler ke-130 Kodim 0729/Bantul berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026. Melalui pembangunan talud, gorong-gorong, saluran air, dan jalan, program ini diarahkan untuk mendukung peningkatan infrastruktur pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Memasuki hari kesepuluh, pengerjaan di Dusun Jaten terus bergerak melalui kerja bersama di berbagai titik sasaran.

Dari penataan batu hingga perataan beton, setiap tahapan menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *