Pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0729/Bantul terus berlangsung di Dusun Jaten, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Sabtu (17/10/2026).
Memasuki hari kelima, kegiatan di lokasi sasaran fisik mencakup penataan batu untuk pembangunan talud, penambahan pasokan material, serta pengerjaan infrastruktur gorong-gorong dengan dukungan alat berat.
Di tengah hamparan persawahan, personel Satgas TMMD bersama masyarakat bekerja berdampingan menyiapkan material dan mengerjakan talud. Berbagai aktivitas tersebut memperlihatkan keterlibatan warga dalam pembangunan desa, sekaligus menggambarkan kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam mendukung kelancaran program.

Pasokan Batu Didatangkan untuk Mendukung Pengerjaan Talud
Ketersediaan material menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pekerjaan di lapangan. Pada hari kelima pelaksanaan TMMD, sebuah truk terlihat menurunkan material batu yang akan digunakan untuk pembangunan talud.
Sejumlah personel TNI dan warga berada di sekitar lokasi untuk mendukung proses penurunan dan penempatan material. Batu yang didatangkan dipersiapkan agar dapat dimanfaatkan dalam tahapan pekerjaan selanjutnya sesuai kebutuhan di lapangan.
Pasokan tersebut menunjang pengerjaan talud yang terus dilaksanakan di kawasan pertanian Dusun Jaten. Dengan tersedianya material, proses penataan batu dapat dilanjutkan secara bertahap tanpa hanya mengandalkan bahan yang sebelumnya telah berada di lokasi.

Dalam pengerjaannya, personel TNI bersama masyarakat turut memindahkan dan menata batu menggunakan peralatan yang tersedia, termasuk gerobak dorong. Material dibawa menuju bagian pekerjaan agar lebih mudah dijangkau dan digunakan dalam penyusunan konstruksi.
Aktivitas ini membutuhkan koordinasi serta ketelitian. Batu harus dipindahkan dan ditempatkan sesuai kebutuhan pengerjaan, sementara pasokan material perlu ditangani dengan hati-hati agar siap digunakan.
Pemecahan dan Penataan Batu Dilakukan dengan Cermat
Pengerjaan talud tidak hanya melibatkan pemindahan material, tetapi juga penyesuaian batu agar dapat digunakan dalam konstruksi. Personel TNI tampak memecah dan menyesuaikan batu menggunakan peralatan kerja, sementara personel lainnya bersama warga membantu menyiapkan serta menata material di sepanjang lokasi pembangunan.
Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan susunan batu. Ketelitian diperlukan agar material dapat ditempatkan dengan baik dan mendukung konstruksi talud yang sedang dibangun.
Di sepanjang area pekerjaan, personel TNI dan warga mengambil peran yang saling melengkapi. Ada yang menangani bagian konstruksi, ada yang menyiapkan material, dan ada pula yang membantu memindahkan batu menuju titik pengerjaan.
Bentangan susunan batu yang memanjang di tengah hamparan persawahan menjadi bagian dari pembangunan talud tersebut. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga dan partisipasi masyarakat di lokasi kegiatan.
Talud merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-130 Kodim 0729/Bantul. Keberadaannya diharapkan dapat membantu memperkuat struktur tanah di sekitar jalur serta mendukung kondisi lingkungan pertanian dan infrastruktur di sekitarnya.

Ekskavator Dikerahkan di Area Gorong-Gorong
Selain pembangunan talud, kegiatan di lokasi TMMD juga mencakup pengerjaan infrastruktur gorong-gorong. Pada bagian ini, alat berat berupa ekskavator terlihat digunakan untuk membantu penanganan tanah dan material di sekitar konstruksi.
Penggunaan ekskavator mendukung pekerjaan pada area yang membutuhkan pengerukan dan penataan lahan. Penanganan tanah di sekitar gorong-gorong menjadi bagian dari tahapan pekerjaan untuk mendukung kelanjutan konstruksi sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Di lokasi tersebut juga terlihat struktur beton gorong-gorong yang telah terpasang. Infrastruktur ini menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD untuk menunjang kelancaran aliran air dan mendukung fungsi jalur di sekitarnya.
Gorong-gorong memiliki peran penting dalam pengelolaan aliran air, terutama di kawasan yang berdekatan dengan lahan pertanian. Saluran yang berfungsi dengan baik diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan serta mendukung kondisi lingkungan dan akses masyarakat.
Pengerjaan talud dan gorong-gorong menjadi bagian dari upaya pembangunan infrastruktur desa yang dilaksanakan secara bertahap. Kedua sasaran tersebut mendukung kebutuhan lingkungan yang berbeda, mulai dari penguatan struktur tanah hingga pengelolaan aliran air.

Di Tengah Pekerjaan, Kedekatan TNI dan Warga Terjalin Hangat
Suasana di lokasi TMMD tidak hanya diwarnai aktivitas pembangunan. Interaksi sederhana antara personel TNI dan masyarakat juga memperlihatkan kedekatan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Di tengah hamparan persawahan, seorang warga tampak memberikan acungan jempol ketika personel TNI berada di lokasi pekerjaan. Gestur sederhana tersebut menggambarkan suasana akrab antara masyarakat dan prajurit yang bekerja bersama mendukung pembangunan desa.
Kedekatan juga terlihat ketika personel TNI dan warga duduk bersama di bawah rindangnya pepohonan sambil menikmati hidangan yang tersedia. Momen istirahat tersebut menjadi kesempatan untuk melepas lelah sejenak setelah beraktivitas di lokasi pembangunan.
Dalam suasana santai itu, prajurit dan masyarakat berbaur tanpa sekat. Kebersamaan tidak hanya terjalin ketika mereka mengangkat batu atau mengerjakan konstruksi, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari di sela kegiatan.
Momen-momen tersebut menjadi bagian dari kehidupan di lokasi TMMD. Selain mendukung pekerjaan fisik, hubungan yang terjalin melalui kegiatan bersama turut memperkuat kedekatan sosial antara personel TNI dan masyarakat setempat.

Gotong Royong Mendukung Pembangunan Desa
Pelaksanaan TMMD Reguler ke-130 di Dusun Jaten memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan berbagai pihak. Penyiapan material batu, pemindahan dan penataan bahan bangunan, pengerjaan talud, hingga penggunaan alat berat di sekitar gorong-gorong menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di lapangan.
Program TMMD Reguler ke-130 Kodim 0729/Bantul berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026. Dengan sasaran fisik dan kegiatan nonfisik, program ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan.
Partisipasi warga dalam pekerjaan menjadi unsur penting dalam pelaksanaannya. Kerja bersama tidak hanya membantu proses pembangunan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang nantinya dimanfaatkan masyarakat.
Melalui TMMD yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”, Kodim 0729/Bantul bersama pemerintah daerah dan masyarakat terus mendorong pembangunan yang bermanfaat bagi lingkungan setempat.
Pembangunan talud dan gorong-gorong diharapkan dapat mendukung kebutuhan infrastruktur di kawasan pertanian Dusun Jaten. Sementara itu, kebersamaan yang tumbuh di lokasi kegiatan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan menjaga semangat gotong royong dalam membangun desa.


