Fadli Zon Hadiri Jambore Sekolah Budi Pekerti di Tangerang Selatan

Feby Ferdian
3 Min Read

Merdeka Plus – Akhir pekan pertengahan Agustus 2025 di Tangerang Selatan terasa berbeda. Lapangan luas di Perguruan Islam Al Syukro Universal dipenuhi tenda warna-warni, semangat pramuka, dan tawa ceria ratusan anak muda.

Bukan sekadar perkemahan biasa, inilah Jambore Sekolah Budi Pekerti, ajang dua hari penuh energi, kreativitas, dan pembelajaran karakter untuk generasi muda Indonesia.

Acara yang digelar 16–17 Agustus 2025 ini menghadirkan 538 pramuka penggalang dari tiga sekolah, yaitu Perguruan Islam Al Syukro Universal, Sekolah Smart Cibinong, dan SMART Ekselensia Indonesia.

Waktunya pun sangat pas, bertepatan dengan Hari Pramuka (14 Agustus) dan menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-80 (17 Agustus).

Tokoh-Tokoh Inspiratif Turun ke Lapangan

Suasana semakin meriah ketika sejumlah tokoh hadir mendukung kegiatan ini. Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon membuka acara dengan penuh semangat.

Tak ketinggalan, Parni Hadi (Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa), juga hadir bersama dewan pengurus. Hadir pula aktris Marcella Zalianty (Ketua PARFI 56) dan sang adik Olivia Zalianty, mantan Andalan Nasional Pramuka, yang ikut memberi warna inspirasi.

Bagi anak-anak, momen ini jadi lebih dari sekadar jambore. Mereka berkesempatan bertemu langsung dengan figur publik yang menekankan pentingnya integritas, patriotisme, dan kepedulian sosial.

Menurut Abdul Halim, Ketua Panitia, jambore ini dirancang untuk menanamkan nilai fundamental sejak dini,  kemandirian, kepemimpinan, dan kejujuran. Lewat kegiatan pramuka seperti simulasi lapangan, team building, hingga latihan kepemimpinan, anak-anak belajar mengambil keputusan, bekerja sama, sekaligus membangun keberanian.

“Kecerdasan bisa dilatih lewat belajar, keterampilan diasah dengan pelatihan. Tapi tanpa kejujuran, sulit menciptakan generasi yang benar-benar berkarakter,” tegas Abdul Halim.

Fadli Zon menambahkan bahwa kegiatan semacam ini penting sebagai wadah pendidikan karakter holistik.

“Mereka belajar keterampilan sekaligus nilai-nilai seperti saling menghormati, menghargai, dan berbagi. Itu kunci membangun bangsa yang kuat,” ujarnya.

Menghubungkan Pramuka, Kemerdekaan, dan Budi Pekerti

Ada momen reflektif ketika Parni Hadi menjelaskan hubungan erat antara pramuka, kemerdekaan, dan konsep Noble Budi Pekerti yang diusung Dompet Dhuafa. Menurutnya, pramuka bukan sekadar organisasi kepanduan, tapi wahana membentuk warga negara yang cinta tanah air, berintegritas, dan berjiwa kebangsaan.

“Integrasi antara pendidikan karakter, pengalaman praktis pramuka, dan pemahaman sejarah kemerdekaan adalah modal utama agar generasi muda unggul,” ungkap Parni.

Lebih dari Sekadar Jambore

Selama dua hari, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan: latihan kepemimpinan, kerja tim, aksi peduli sesama, hingga refleksi nilai moral. Semua dikemas menyenangkan, tapi sarat makna.

Hasilnya? Anak-anak bukan hanya pulang dengan kenangan indah di perkemahan, tapi juga membawa pulang bekal karakter: disiplin, tangguh, jujur, sekaligus penuh semangat kebersamaan.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *